Pendidikan dan pengajaran pada hakikatnya merupakan suatu
proses mencapai tujuan. Penilaian yang dimaksudkan untuk mengukur kadar
pencapaian tujuan itu, yang dengan sendirinya juga harus merupakan suatu
proses. Penilaian hendaknya dilakukan secara berkesinambungan selama
berlangsungnya kegiatan pengajaran.
![]() |
| Add caption |
Penilaian berurusan dengan data kuantitatif dan
kualitatif. Sedang pengukuran yang hanya merupakan bagian penilaian itu selalu
berhubungan dengan data kuantitatf. Penilaian
memerlukan data kuantitatif fari pengukuran. Sebaliknya, pengukuran juga
sangat terikat pada penilaian khusus yang berkaitan dengan masalah tujuan dan
kriteria yang dipergunakan.
Penilaian adalah proses memperoleh dan mempergunakan
informasi untuk membuat pertimbangan yang dipergunakan sebagai dasar
pengambilan informasi. Dengan demikian, terdapat tiga komponen penting dalam
penilaian, yaitu informasi, pertimbangan, dan keputusan. Informasi memberikan
data-data (baik kuantitatif maupun kualitatif) yang berhuna untuk pebuatan
pertimbangan. Pertimbangan dimungkinkan tepat jika informasi yang diperoleh dan
interpretasi terhadapnya juga tepat. Pertimbangan adalah taksiran kondisi yang
ada kini dan prediksi harapan pada masa mendatang. Keputusan yang diambil
berdasarkan kedua komponen tersebut adalah pilihan di antara berbagai arah
tindakan atau sejumlah alternatif yang ada.
Langkah-langkah penilaian menurut Buchori (1972) adalah
persiapan (berisi penetapan tujuan, aspek yang dinilai, metode, penyusunan alat,
penetapan kriteria, dan frekuensi penilaian), pengumpulan data, pengolahan data
hasil penilaian, penafsiran, dan penggunaan hasil. Langkah-langkah penilaian
menurut Ten Brink (1974) terdiri dari tahap persipan berupa pemerincian
pertimbangan dan keputusan yang akan dibuat, informasi yang diperlukan dan
pemanfaatan yang ada, penentuan waktu dan cara, dan penyusunan alat, tahap
penilaian yang berupa pembuatan pertimbangan dan keputusan, dan diteruskan
dengan pembuatan laporan hasil penilaian.
Tujuan dan fungsi penilaian antara lain adalah untuk
mengetahui kadarpencapaian tujuan, memberikan sifat objektivitas pengamatan,
tingkah laku hasil belajar siswa, mengetahui kemampuan siswa dalam hal-hal
tertentu, menentukan layak-tidaknya seorang siswa dinyatakan naik kelas atau
lulus, dan untuk memberikan umpan balik bagi kegiatan belajar mengajar yang
dilakukan. Pengukuran dilakukan hanya dengan mengambil sampel tentang suatu hal
yang akan diketahui karena tak mungkin mengukur semua kemampuan siswa, dan
siswa tak mungkin menunjukkan semua kemampuannya.
(Disarikan dari Buku Penilaian dalam
Pengajaran Bahasa dan Sastra karya Burhan Nurgiyantoro)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar