Silakan menjawab satu dari dua pertanyaan berikut.
- Berdasarkan pendapat beberapa
ahli, dapat dirangkum pengertian wacana itu sebagaaai “rangkaian ujar atau
rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan
secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh
unsur segmental dan nonsegmental bahasa”.
Berikan contoh (bukti)nya.
- Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Nama: Kalsum
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201056
soal no 2
orang kerap berpendapatbahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata, tetapi hal ini keliru.
penjelsannya
seperti yang kita ketahui bahwa sudah pasti dalam sebuah makna kata tidak dapat dinilai dari bunyi kata, dimana didalam bahasa baku Indonesia sendiri banyak kata yang memiliki sama bunyi tapi beda arti.
Contoh:
1. Bank ( sebutan tempat untuk penyimpanaan uang atau barang berharga) dengan bang (pangilan kakak laki-laki kita)
2.apel (buah-buahan) dengan apel ( upacara pada suatu instansi atau sekolah)
3. bisa ( racun bekas gigitan ular) dengan bisa (dapat melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan)
4. sanksi ( hukuman yang diberikan kepada orang yang melakukan kesalahan) dengan sangsi (tidak mempercayai seseorang)
Nama: Teruna
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201132
soal no 2
bisa saja bunyinya sama namun maknanya berbeda, karena didalam bahasa baku Indonesia sendiri banyak kata yang memiliki sama bunyi tapi beda arti.
contoh
bisa (dapat)
bisa (racun)
tanggal (hari bulan)
tanggal (lepas)
Nama : Rafi’ah
BalasHapusKelas : D 4
Nim : 110388201087
Jawab :
2) seperti antara keluar dank e luar. Dalam bahasa lisan jelas antara ke dua kata tersebut sulit sekali dibedakan jika pengucapannya bukan dalam tataran kalimat. Akan tetapi dalam bahasa tulisan diatara kedua bentuk tersebut terdapat perbedaan yang memang tetap menujukkan keserupaan, tetapi tetap tidak sama.
Keluar – ke dan luar ditulis bergabung adalah verba dasar maknanya bergerak dari sebelah dalam ke sebelah luar karena dia berupa verba dasar. Dia berpotensi dan boleh diletakkan dalam posisi perdikat suatu kalimat sehingga boleh disusun menjadi suatu kalimat.
Contoh : Ratih ke luar
Lain hal degan ke – luar. Ke luar adalah subyuah Frasa adverbal yang hanya bisa mengisi posisi keterangan di dalam sebuah kalimat. Ke luar terdiri dari ke adverbial yang berfungsi menjadi penunjuk tempat. Dan luar yang bermakna tempatbukan didalam.
Nama : Ria sari yastuty
BalasHapusNIM : 090 388 201 258
Kelas : D4
Menjawab soal nomor 1.
Wacana indonesia ini berdasarkan bentuknya dibagi menjadi 5 bentuk:
1.Wacana deskripsi
Merupakan rangkaian karangan yang mendeskripsikan suatu objek sesuai dengan hasil pengamatan,pengalaman,perasaan oleh penulisnya(fakta).
contohnya:
Butik
pagi itu aku sedang duduk disonansi yang empuk dalam butik milikku yang baru saja dibuka.Butik ini adalah impianku sejak aku sekolah Di SMK jurusan busana dulu.Sekarang aku merasa puas dan bangga atas usahakan selama ini,dengan mendirikan butik hasil tabungan ku.
2.Wacana Narasi
Merupakan bentuk cerita sesuai dengan penempatan urutannya terhadap suatu peristiwa,pada wacana ini mengandung sebuah cerita dan bentuk karangan narasumber imajinatif dan Narasi ekspositoris.
Contohnya:
Anak kembar
Di suatu desa yang terpencil, hiduplah sepasang suami istri yang selalu mendamba-dambakan keturunan.
5 tahun menunggu akhirnya doa mereka dijawab, sang istriku hamil.
9 bulan kemudian lahirlah sepasang anak kembar, alangkah bahagia dan bersyukurnya pasangan ini telah diberikan berkah yang tak ternilai tersebut pasangan inipun hidup bahagia di istana kecil mereka.
3.Wacana Eksposisi
Merupakan bentuk karangan yang menjelaskan secara terperinci berkenaan sesuatu dengan tujuan yang memberikan informasi serta mengkaji secara lebih luas tentang pengetahuan pada pembacanya.
Contohnya:
Memelihara ikan
Ikan merupakan salah satu hewan yang bisa dipelihara,ikan sangat beragam,mulai dari warna,jenis dan harga.
hal pertama yang harus disiapkan untuk memelihara ikan adalah akuarium.
Hal kedua harus disiapkan adalah pakai ikan,yang harus ditentukan dengan jenis ikan.
4.Wacana Argumentasi
Merupakan bentuk karangan yang berupa pendapat,penilaian,atau sikap terhadap perihal yang disertai dengan alasan,pernyataan logis dan bukti-bukti.
Contohnya:
Kesuburan tanah
Tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian.
Selama tanaman dalam proses menghasilkan kesuburan tanah ini akan berkurang.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman bagi petani.
5.Wacana Persuasi
Merupakan bentuk karangan yang berperan untuk memengaruhi penerima pesan agar dapat melakukan tindakan berdasarkan dengan yang diharapkan kepada si penyampai pesan.
Contohnya:
Hama Padi
akhir-akhir ini hama Padi meningkat dikarenakan perubahan iklim dan cuaca yang tak menentu,beberapa daerah terancam gagal panen.
Oleh karena itu dinas pertanian Indonesia menghimbau kepada seluruh petani untuk merawat padinya serta memberikan semprotan anti hama Padi setiap dua kali sehari.
Nama : Florensia Marselli Kidi
BalasHapusNIM : 110388201036
Kelas : D4
Contoh atau bukti bahwa wacana itu adalah suatu subjek yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental dan nonsegmental bahasa yaitu :
Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas Kota Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah.
Contoh di atas adalah contoh wacana dalam bentuk narasi, membuktikan bahwa wacana haruslah disajikan secara teratur, satu kesatuan, dan koheren yang berarti bahwa tidak rancu. Contoh di atas merupakan contoh wacana yang teratur, satu kesatuan dan koheren dalam bentuk cerita (narasi).
Contoh lainnya dapat dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khotbah, dan dialog atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat dan dokumen tertulis yang dilihat dari struktur lahirnya (dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari struktur batinnya dari segi makna bersifat koheren, terpadu)
2.) Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru. Berikan penjelasan mengenai pernyataan terseb
Penjelasannya : makna berbeda dengan bunyi kata. Arti dari makna itu sendiri ialah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu.
Berarti makna langsung mengenai arti atau maksud dari sebuah objek atau benda sedangkan bunyi kata hanyalah bunyi yang sama saat kita mendengarkan suatu kata. Dalam bahasa indonesia memang sering kita temui satu kata yan mempunyai macam-macam makna namun dalam pengucapan bunyi katanya sangat berbeda atau sering kita kenal dengan Homofon yang berarti kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. contoh homofon antara lain:
• "buku" (bahan bacaan) dan "buku" (bagian di antara dua ruas)
• "massa" (dalam perkataan media massa) dan "masa" (waktu)
• "bank" (tempat menyimpan uang) dan "bang" (panggilan untuk kakak)
• "tank" (kendaraan perang) dan "tang" (alat pekakas)
jadi, makna kata itu berbeda dengan bunyi kata walaupun memang kadang sulit dimengerti bila pengucapannya salah. Pengucapan sebuah kata salah maka akan mengandung arti yang lain dari arti atau maksud yang ingin disampaikan oleh seseorang.
maaf bu, maksud saya jawab no 2 saja,,, maaf ya bu.
Hapusnama ; erna wati
BalasHapuskls : d4
nim : 110388202030
no 2
didalam kita berbicara, arti dari kata itu sudah ada terdapat pengertian yang di inginkan, hanya saja bagaimana orang tersebut memaknai arti itu sendiri setiap kata yang kita ucapkan ada maknanya namun tergantung definisi orang masing masing,.contohnya kata jakarta . didalam kata jakarta orang akan mendifinisikan kota yang sangat indah dimana terdapat bangunan bahkan gedung gedung yang tinggi bahkan tempat tempat wisata yang indah juga terdapat banyak kota yang bersejarah.ada juga yang mendifinisikan setiap menyebut kota jakarta adalah kota yang rawan banjir.
Nama : R.Nurul Huda
BalasHapusKelas : D4
NIM. : 110388201086
Menjawab soal nomor 1:
Wacana merupakan satuan bahasa yang terbesar yang disajikan secara teratur sehingga dapat membentuk suatu makna. Wacana dikatakan lengkap apabila terdapat konsep, gagasan, pikiran, dan ide yang utuh sehingga mudah dipahami oleh pembaca.wacana dikatakan baik harus mengandung kohesi dan koheren. Kohesi merupakan keserasian hubungan unsur-unsur dalam wacana sedangkan koheren merupakan kepaduan wacana sehingga komunikatif yang mengandung satu ide.
Bentuk wacana berupa percakapan singkat ataupun tulisan. Bahasa yang diungkapkan dalam wacana bersifat koheren atau terjalain erat antar unsur yang satu dengan yang lainnya. Disusun secara teratur dan sistematis di dalam kesatuan yang koheren mengungkapkan suatu hal baik dalam bentuk lisan maupun tulisan dalam unsur segmental dan unsur non segmental.
Dalam wacana lisan penyapa adalah pembicara dan pesapa adalah pendengar. Dalam wacana tulisan, pesapa adalah penulis, dan penyapa adalah pembaca.
Pada unsur segmental, wacana dapat dibentuk oleh fonem, morfem, kata, dan kalimat. Sedangkan unsur non segmental dapat dibagi atas unsur suprasegmental pada bahasa dan semantik. Pembentukan wacana dengan unsur suprasegmental dapat dibentuk oleh tekanan suara atau intonasi dari segi para bahasa wacana dibentuk oleh gerakan tubuh, mimik, dan suara bermakna. Sedangkan dari segi semantik bahwa wacana bermakna. Peran unsur segmental dan non segmental sangat penting dalam sebuah wacana. Unsur segmental adalah sebagai pembentuk fisik wacana, sedangkan unsur non segemental sebagai pembentuk sosok sebuah wacana.
Contoh :
Listrik mempunyai banyak kegunaan. Orang tuaku berlangganan listrik dari PLN. Baru-baru ini tarif pemakaian listrik naik 25%, sehingga banyak masyarakat yang mengeluh. Akibatnya, banyak pelanggan listrik yang melakukan penghematan. Jumlah peralatan yang menggunakan listrik sekarang meningkat. Alat yang banyak menyedot listrik adalah AC atau alat penyejuk udara. Di kantor-kantor sekarang penggunaan alat penyejuk udara itu sudah biasa saja, bukan barang mewah.
Contoh wacana di atas dikatakan kohesif, karena menggunakan alat kohesi pengulangan, misalnya listrik yang diulang beberapa kali. Namun, paragraf tersebut tidak padu karena bagian-bagian paragraf itu tidak mempunyai kepaduan secara makna.
Nama: Nursihatul Ummah
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201082
jawaban nomor 1
Wacana itu sebagai “rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental dan nonsegmental bahasa.
Contoh (bukti)nya yaitu terdapat dalam wacana “Pergi!”.
Kata “Pergi!” akan menjadi sebuah wacana karena telah memiliki unsur segmental yaitu pembentuk fisik wacana seperti kata. Dengan adanya tanda seru (!) maka wacana “Pergi!” telah memenuhi unsur nonsegmental yaitu sebagai pembentuk jiwa pada sosok sebuah wacana seperti tekanan suara atau intonasi, gerakan tubuh, mimik, dan suara-suara dalam menyampaikan wacana tersebut. Sehingga wacana tersebut memiliki kepaduan makna antara pembicara dan pendengar memiliki pemahaman yang sama.
Nama : Hamonangan Andreas
BalasHapusNim : 110388201037
Kelas : D4 FKIP UMRAH
Jawaban soal nomor
2. Dalam pembunyian kata tidak semua mampu mewakili makna karena dalam sususan gramatikal bunyi ada beberapa kata yang mempunyai banyak arti dalam pelafalannya. Bunyi tidak bisa mewakili makna kata. Dalam makna kata denotasi dan konotasi dapat menimbulkan dua arti.
Contoh kata
Kambing hitam
Buaya darat
Definisi kata kambing hitam
Dalam konotasi kambing hitam adalah kata pengganti untuk orang yang disalahkan
Dan dalam makna denotasi kambing hitam adalah hewan bernama kambing berwarna hitam
Dalam kata buaya darat makna konotasi adalah laki2 yg memiliki sikap tidak setia kepada kekasihnya
Dalam makna denotasi buaya darat adalah hewan reptil yang hidup di air maupun darat
Saya juga bisa mengambil contoh dari pribahasa yang memiliki makna berbeda dalam pengertian masing- masing. Seperti peribahasa "menyelam sambil minum air"
Definisi saya untuk peribahasa tersebut memiliki dua makna yaitu
1. Memang benar2 menyelam minum air
2. Melakukan satu pekerjaan dengan menyeselesaikan dua perkerjaan sekaligus.
Kesimpulan saya tentang bunyi tidak bisa mewakili makna. Trims.
Nama : Nurharita
BalasHapusKelas : D4
NIM : 110388201080
Menjawab soal nomor 2
Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru karena dalam makna kata tidak bisa di lihat dari bunyi kata. Banyak kata mempunyai bunyi yang sama namun makna nya bisa berbeda.
Contoh :
1. Kata Teras bisa bermakna bagian bergaris yang ada di jari,dan bisa bermakna atap rumah yang datar tinggi.
2. Kata Bunga bisa bermakna bagian tumbuhan yang akan menjadi buah,dan bisa bermakana uang tambahan yang di anggap uang jasa.
3. Kata Bisa bermakna racun bekas gigitan ular, dan bisa bermakna dapat melakukan sesuatu.
Nama : FITRIANTI
BalasHapusKels : D4
Nim: 110388201034
Soal no.2
Bahasa adalah system lambang bunyi yang arbiter yang di pergunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.
Sebagai penutur yang keliru menggunakan kata masing-masing dan tiap-tiap.
Contoh:
1. Masing-masing ketua regu harap memakai nomor urut pesea di dada dan punggungnya.
2. Tiap-tiap ketua regu harap memakai nomor urut peserta di dada dipunggungny.
3. Biaya pameran itu dibebankan kepada masing-masing unit pelaksana teknis.
4. Biaya pameran itu di bebankan kepada tiap-tiap unit pelaksana teknis.
Jika kita perhatikan kalimat 2 dan 4 tampaknya masing-masing dapat saling menggantikan. Kata-kata tiap-tiap mempunyai arti yang sangat mirip dengan kata masing-masing, karena keduanya termasuk kata bilangan distributif. Namun apakah pemakaian kedua kata itu pada cntoh kalimat di atas sama-sama benar?
Contoh:
1. Semua siswa akan mendapatkan buku. Tiap-tiap siswa mendapat satu buah.(tidak tepat).
2. Semua siswa akan mendapat buku. Msing-masing siswa mendapat satu buah. (tepat).
Dari contok kalimat trsebut bahwa kata tiap-tiap selalu di ikuti kata benda (nomina) yang diterangkan dan tidak digunakan pada akhir kalimat sedangkan kata masing-masing penggunaannya selalu di dahului kata benda (nomina) yang diterangkan dan dapat digunakan pada akhir kalimat.
NAMA : EZIANA KARLINGGA
BalasHapusKELAS : D4
NIM : 110388201032
NO 1
Yang diungkapkan dalam wacana menyangkut suatu hal atau subjek dan pengungkapan nya berjalan menurut tata cara yang teratur. Bahasa yang digunakan dalam wacana bersifat koheren atau berjalan erat antara unsur yang satu dengan unsur yang lain, disusun secara teratur dan sistematis didalam mengungkapkan suatu hal, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan wacana adalah sebagai rangkaian ujar atau rangkaian tidak tutur yang mengungkapkan satu hal yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, yang dibentuk oleh unsur segmental dan nonsegmental. Pada unsur segmental wacana dapat dibentuk oleh fonem, morfem, kata, kalimat. Sedangkan unsur nonsegmental dapat dibagi atas unsur suprasegmental, pada bahasa, dan semantik. Pembentukan wacana dengan unsur suprasegmental dapat dibentuk oleh tekanan suara atau intonasi, dari segi para bahasa wacana dapat dibentuk oleh gerakan tubuh, mimik, dan suara - suara bermakna.
Contoh :
Sepertiga malam merupakan waktu yang sangat istimewa, selain karena suasana sangat mendukung hening, tenang, dan penuh kekhusyukan juga merupakan saat ketika rahmat Allah turun ke bumi. Memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir adalah kebiasaan orang-orang yang beriman untuk bermunajat kepada Allah. Namun kebanyakan manusia seringkali abai dengan hal ini. Selain karena rasa kantuk dan godaan yang selain datang menyapa. Sepertiga malam yang terakhir akan sulit didapatkan oleh orang-orang yang bermaksiat disiang hari. Sayang sekali jika kita melewatkan momen yang istimewa yang datang setiap hari.
Sepertiga malam terakhir kita pukul 2 lebih dinihari, kalau malam dibagi 3 sepertiga malam terakhir kita-kira pukul 2 lebih, sampai sebelum adzan subuh itu sepertiga malam terakhir waktu terbaik, berdoa, dan bertahajud.
Nama: Maya Agustahnia
BalasHapusKelas: D4
NIM : 110388201069
Soal no 1
Wacana adalah rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan yang koheren, dan dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasanya.
Unsur-unsur segmental dalam sebuah wacana dibentuk oleh yang paling kecil sampai pada unsur yang paling besar, yaitu fonem, morfem, kata frase, klausa dan kalimat. Sedangkan unsur nonsegmental dalam sebuah wacana pada hakekatnya berhubungan dengan situasi pemakaian bahasa, waktu pemakaian bahasa, makna dalam bahasa, tujuan pemakaian bahasa, gambaran pemakaian bahasa, intonasi, dan tekanan serta rasa bahasa yang sering kita kenal dengan istilah konteks.
Contoh:
Kegiatan disekolah demikian padatnya. Setiap hari, aku masuk pukul 07.00. Agar tidak terlambat, aku selalu bangun pukul 04. 30. Setelah mandi, akupun sholat subuh. Kemudian, aku segera mengenakan seragam sekolah. Tak lupa aku lihat-lihat lagi buku yang harus aku bawa. Yah, sekedar mengecek apakah buku-buku yang aku bawa sudah sesuia dengan jadwal pelajaran hari itu. Selanjutnya, aku makan pagi. Lalu, kira-kira pukul 06.00, aku berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, aku ke sekolah naik angkutan umum. Jarak rumah dengan sekolahku tidak jauh, sekitar enam kilometer. Aku memang membiasakan berangkat pagi-pagi. Maklum, angkutan kota sering berhenti lama untuk mencari penumpang. Jika aku berangkat agak siang, wah, bisa terlambat sampai di sekolah.
Di sekolah, aku belajar selama kurang lebih enam jam. Kam pelajaran terakhir pukul 12.45. Itu untuk hari-hari biasa. Hari rabu, aku pulang pukul 14.30, karena mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dulu. Khusus hari jum'at, aku bisa pulang lebih awal, yaitu pukul 11.00
wacana tersebut berisi urutan peristiwa berikut: bangun pukul 04.30, mandi, sholat subuh, berpakaian, mengecek buku, makan pagi, berangkat sekolah, belajar di sekolah, pulang sekolah. Rangkaian peristiwa tersebut dialami oleh tokoh Aku. Aku mengalami 'konflik' dengan dirinya sendiri, yaitu kebiasaannya setiap hari.
Nama : Riesa Putri Indah
BalasHapusKelas : D4
NIM : 11388201102
Soal nomor 2
orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal itu keliru.berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Jawaban : Menurut saya tidak selamanya sebuah bunyi kata memiliki makna, mengapa karena kita semua tau kata adalah sekumpulan hurup dan menjadi mengandung arti dan terdiri satu atau lebih morfem .
Sebagai contoh :
1. PERGI
Pergi adalah sebuah kata tetapi tidak memiliki makna. Akan tetapi ian memiliki arti apabila kata pergi kita ucapkan kepada seseorang yg berada satu ruangan dengan kita maka orang tersebut akan melangkah untuk meninggalkan kita
2. LOGIKA
Logika juga sebuah kata namun memiliki makna . Logika adalah pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
NAMA : ANGGARA DWIKA MEILANDO
BalasHapusKELAS : D4
NIM : 110388201006
Dalam bunyi kata sudah mengandung akan makna. Namun hal ini keliru. Dalam pernyataan ini tepat, namun keliruan yang dimaksud sebetulnya hanya dari segi pemahaman akan maksud dan tujuannya. hal ini saya dapat jelaskan secara singkat seperti ini, bunyi kata merupakan hal-hal perkataan yang diujarkan oleh seseorang, sedangkan makna berhubungan langsung dengan hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya, acuan yang dimaksud merupakan maksud atau tujuan, seperti halnya kita ketahui sebuah makna telah jelas menerangkan atau menggambarkan sebuah pengertian, perasaan, nada dan amanah, dari hal ini tampak jelas bahwa seseorang mengucapkan bunyi kata atau perkataan memiliki makna atau maksud. Namun hal ini tidak seutuhnya, ketidak utuhan ini yang menjadikan sebuah kekeliruan, karena sebuah kata sangat beragam-ragam adanya, terkadang terdapat kata-kata yang memiliki makna lebih,kata-kata ini memiliki bentuk yang sama dan bunyi hampir sama. maka dari itu suatu bunyi kata haruslah sesuai atau dapat dimengerti oleh pendengarnya, karena tidak semua orang memahami makna bunyi kata tersebut, hal ini lah yang mengakibatkan bunyi kata yang memiliki makna berubah menjadi tidak bermakna karena tidak terjadi respon yang tepat. pemahaman makna ini dapat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan, pengetahuan dan lain-lain.
Contoh : APEL
Apel sudah pasti hampir semua orang sudah mengenal apel sebagai sebuah buah berwarna merah, namun apel juga merupakan suatu sebutan untuk upacara pagi atau sore sebuah kantor. Jika anda bertanya kapan apel akan diadakan ?, kepada penjual buah, mungkin bunyi kata tersebut tepat karena memiliki makna namun makna yang dimaksud pembicara belum tentu sama dengan si pendengar. Jika pendengar paham dengan bunyi kata tersebut pasti pendengar memahami akan maknanya, hal ini berarti bunyi kata memiliki makna, namun jika pendengar tidak memahami bunyi perkataan itu atau tidak sesuai dengan pembicara, maka makana bunyi kata itu tidak tersampaikan.
Nama : Damaria Tio Larasati
BalasHapusKelas : D4
NIM : 110388201014
Jawaban No 2
Bahasa merupakan sistem komunikasi yang merupakan simbol-simbol vokal yang bersifat arbitrer , karna rangkaian bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia mengacuh pada suatu yang dapat di serat alat indra.
Arti yang terkandung dalam rangkaian bunyi bersifat argitrer , yang berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkaian bunyi tertentu harus memiliki arti tertentu pula.
Contohnya : kucing , cat , kata ini memiliki arti yang sama namun pengucapannya yang berbeda tergantung dari masyarakat tersebut.
Nama : Sargiran
BalasHapusKelas : D4
Nim : 110388201113
soal no 2
Selalu saja orang berpendapat,bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata,akan tetapi hal ini sangat keliru, dalam kamus Bahsa Indonesia, banyak sekali kata-kata yang sama bunyi akan tetapi beda artinya dan juga ada penulisannya beda tapi sama bunyi.
Contoh : 1
Kata Bang dan Kata Bang
Kata Bank disini mengandung arti tempat penyimpanan uang, sedangkan kata Bang disini mengandung arti pengganti nama untuk memanggil seseorang yang lebih tua dari kita atau orang yang kita hormati
contoh kata Bank dan kata Bang adalah beda penulisannya,beda artinya namun sama bunyi.
Contoh 2
kata pukul
kata pukul : kata ini mengandung arti, menunjukkan waktu,atau jam berapa?
kata pukul : kata ini menangandung arti kita menggunakan anggota tubuh kita yaitu tangan untuk memukul sesuatu benda.
contoh kata pukul adalah sama penulisan kata namun beda arti
Nama: Diana Putri
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201021
soal no 1
contoh buktinya seperti " tolong ambilkan saya susu!", kalimattersebutsudahmengandung wacana karena terdapatunsur segmental. sedangkan pada tanda seru (!) terdapat unsur nonsegmental karena mempunyai tekanan suarapada kalimattersebut.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama: Iis Dahlia
BalasHapusNim: 110388201048
Kelas: D4
Menjawab soal No. 2
Makna adalah hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya. Makna merupakan bentuk respons dari stimulus yang di peroleh pemeranan dalam komunikasi, sesuai dengan asosiasi maupun hasil belajar yang dimiliki keutuhan makna itu merupkan perpaduan dari 4 aspek yaitu:
1. Perasaan (sense)
2. Nada (feeling)
3. Dan amanat (tone)
4. Memahami aspek itu dalam seluruh konteks adalah bagian dari usaha untuk memenuhi makna dalam komunikasi (intension).
Sedangkan bunyi bahasa merupakan perwujudan dari setiap bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang berperan di dalam bahasa. Bunyi bahasa ini merupakan sarana komunikasi melalui alat bahasa dengan cara lisan. Dalam pembentukan bunyi ada 3 faktor utama yang terlibat yaitu:
1. Sumber tenaga
2. Alat ucap
3. Rongga pengubah getaran
Contoh:
1. a. Pak toni menyukai music rock.
Kata “rock” bermakna aliran musik.
b. Buk sinta adalah pembuat rok terkenal di Tanjungpinang.
Kata “rok “bermakna pakaian.
2. a. Ibu mengolah kedelai menjadi tahu goreng.
Kata “Tahu” adalah makanan.
b. Adik tidak tahu mengapa kakak tiba-tiba marah
Makna kata “tahu “berarti paham.
3. a. Para polisi serang markas teroris di daerah Jakarta barat.
Makna kata “serang “adalah menyerbu.
b. Pamanku berlibur ke kota serang banten.
Makna kata “serang” adalah nama kota di daerah Banten.
Nama: Sri Hastati
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201122
1. Menurut seorang ahli yang bernama Sobur Alex mengungkapkan bahwa wacana adalah rangkaian ujaran atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal ( objek) yang disajkan secara teratur, sistematis dalam suatu satuan yang koheren ,dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasa.jadi, wacana proses komunikasi menggunakan symbol / symbol yang berkaitan dengan interpretasi dan peristiwa – peristiwa di dalam sistem kemasyarakatan yang luas.
Contoh:
Kesialanku
Tepat pukul 11.00 WIB pekan lalu, aku barupulang dari kuliah. Seperti biasanya aku pulang kerumah naik ojek yang beraa didepan kampusku. Kebetulan saat itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, membuat suasana saat itu tak mengenakkan untukku.
Diperjalanan menuju kerumah terselip kejadian lucu, ternyata ojek yang aku naiki salah jalan. Tadinya aku sempat kesal namun setelah ia berbicara untuk menanyakan jalan yang benar, ia menggunakan logat bahasa jawa yang tak ku mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku nalar saja maksudnya adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuat ku geli disaat terik matahari yang kian menusuk tubuhku.
Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Ternyata rumahku masih terkunci, tak seorangpun yang berada didalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang rua ku kembali.
Setelah hamper 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Akhirnya aku menghubungi orang tua ku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikirkanolehku.
2. Karena kebanyakkan orang tidak bisa memahami isi dari sebuah wacana, dan hanya membaca judulnya saja lansung berkomentar tentang wacana tanpa memahami apa maksud dari wacana tersebut. Maka kebanyakkan orang selalu salah dalam menganalisis sebuah wacana , karena pada zaman sekarang banyak orang yang malas membaca. Karena para ahli itu manusia makanya ada kesalah dalam berpendapat atau analisis sesuatu
Nama: Diana Putri
BalasHapusKelas: D4
NIM: 110388201021
soal no 1
contoh buktinya seperti " tolong ambilkan saya susu!", kalimat tersebut sudah mengandung wacana karena terdapat unsur segmental. sedangkan pada tanda seru (!) terdapat unsur nonsegmental karena mempunyai tekanan suara pada kalimat tersebut.
Nama : RAMDANI HERMANSYAH
BalasHapusNIM : 100388201180
Kelas : D4
Menjawab soal no 2
Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. pernyataan ini memang sangat keliru. Karena sesuai yang telah saya pelajari tentang homonim, homofon, dan homograf , bunyi pada suatu kata belum tentu sama dengan maknanya.
1. Homonim. Bunyi kata dan ejaannya sama dengan kata yang lain, tetapi mempunyai makna yang berbeda.
Contohnya, kata “bulan” memiliki dua makna, yaitu “Waktu 30 hari” dan “Nama satelit bumi”.
2. Homofon. Yaitu kata yang mempunyai bunyi pelafalan yang sama dengan kata lain, tetapi beda ejaan dan beda maknanya.
Contohnya pada kata “Bank” (tempat menabung) dan “Bang” (panggilan untuk kakak laki-laki).
3. Homograf. Kata yang sama ejaannya dengan kata lain akan tetapi beda lafal dan maknanya.
Contohnya pada kata “teras” (di baca menggunakan “e” lemah yang berarti inti kayu) dan “teras” (bagian depan rumah).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Helianto
BalasHapusNim :110388201146
Kelas : D4
Soal Nomor 2 :
Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Jawab :
Helianto : " Bunyi kata itu tidak memiliki makna. Tapi, makna itu akan timbul setelah bunyi kata itu diproses dalam pikiran kita."
Makna adalah hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya. Makna merupakan bentuk responsi dari stimulus yang diperoleh pemeran dalam komunikasi sesuai dengan asosiasi maupun hasil belajar yang dimiliki.
Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
Nama : Yuni Lius Fitria
BalasHapusKelas : D4
Nim : 110388201144
Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Jawaban soal nomor 2:
Menurut saya ketika kita membaca suatu kalimat ataupun kata kita tidak boleh langsung membenarkan kata tersebut. Karena banyak kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi makna berbeda.
Seperti contoh kalimat:
1. Apel(nama buah), apel(kumpul)
-Buah apel ini enak sekali. (apel maksudnya buah)
Anak-anak telah apel di lapangan tadi pagi. (apel maksudnya kumpul)
2. Serang(nama kota), Serang(perang)
-Minggu depan saya ingin ke kota Serang.
-Pasukan itu di serang oleh musuhnya.
2.Rendang(makanan), Rendang(pohon yang lebat)
-Ibu sedang masak rendang.
-Tidur di bawah pohon yang rendang memang nyaman.
3.Per(benda), Per(pembagian)
-Per sepeda itu bekerja dengan baik.
-Mahasiswa harus membayar uang Bpp per semester.
4.Tahu(makanan), Tahu(mengetahui)
-Irsan tidak suka makan tahu.
-Saya tahu tentang pelajaran ini.
Kesimpulannya: bahwa makna bukan berarti sudah terkandung dalam bunyi.
Nama : Sri Partini
BalasHapusKelas : D4
Nim : 110388201123
Dalam sehari-hari kita berbicara,dalam berbicara kita menggunakan kata-kata,yang menjadi permasalahan adalah orang selalu berpendapat bahwa, dalam bunyi kata sudah terkandung makna kata,hal ini salah dan keliru, padahal dalam bunyi kata, ada sama bunyi tapi berbeda makana, dan ada juga sama bunyi berbeda tulisan,berbeda makna.
Contoh : kata Apel
kata Apel yang berarti buah apel... yang bisa dimakan,sedangkan arti Apel yang lain adalah berarti upacara pagi atau sore dalam suatu bidang tertentu.
Contoh : Kata tahu
kata tahu yang berarti makanan yang terbuat dari kacang kedelai,sedangkan arti kata tahu yang lain adalah kita memahami tentang sesuatu, bisa dikatan kita mengerti tentang suatu hal.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Supriyanto
BalasHapusNIM : 110388201126
Kelas : D4
Jawaban soal nomor 2:
Menurut saya, tidak semua bunyi kata itu secara langsung mengandung makna, karena ada juga bunyi kata yang tidak mengandung makna secara langsung.
contoh kata : waw, elah, dan aduh.
contoh kalimat :
1. "waw, mobilnya bagus sekali."
2. "elah, paling itu hanya omong kosong saja."
3. "aduh kakiku sakit sekali."
waw, elah dan aduh, merupakan sebuah kata, karena terdiri dari beberapa huruf dan dapat dimengerti oleh orang banyak, tetapi menurut saya kata-kata tersebut tidak mempunyai arti secara leksikal, namun penggunaan kata-kata tersebut dapat mempunyai arti jika digunakan dengan kata yang tepat dan dapat memperjelas makna kalimat tersebut.
Nama : Marina
BalasHapusNim : 10388201173
Kelas : D4
Soal nomor 2
Orang kerap berpendapat bahwa makna sudah terkandung dalam bunyi kata. Tetapi hal ini keliru. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.
Makna adalah suatu bentuk kebahasaan yang harus dianalisis dalam batas-batas unsur-unsur penting situasi di mana penutur mengujarnya.
Sedangkan bunyi bahasa merupakan perwujudan dari setiap bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang berperan di dalam bahasa. Bunyi bahasa ini merupakan sarana komunikasi melalui alat bahasa dengan cara lisan
Contoh:
1. Bisa : Bermakna dapat atau mampu.
Bisa : Bermakna racun (bisa) ular.
2. Halaman : Bermakna halaman rumah.
Halaman : Bermakna halaman yang ada dalam buku (nomor buku).
3. Kopi : Bermakna nama buah untuk membuat minuman.
Kopi : Bermakna menyalin atau mengkopi.
4. Maya : Bermakna nama orang.
Maya : Bermakna semu atau tidak nampak.
5. Manis : Bermakna tidak pahit (gula).
Manis : Bermakna cantik, enak dilihat.
Dari contoh di atas , dapat diambil kesimpulan bahwa makna belum tentu terkandung dalam bunyi.
Nama : Riko Maizano
BalasHapusKelas : D4
Nim : 110388201105
jawab soal No 2 .
manurut saya tidak semua bunyi kata yang mengandung makna. dan kita tidak boleh membenarkan kalimat atau kata tersebut karena banyak kata yang mengandung makna yang sama
contoh : bisa ( dapat )
bisa ( racun )
halaman ( daerah depan rumah )
halaman ( halaman buku)
Titanium Alloy-Arts.com - A.T.C.D.
BalasHapusThe purpose of our titanium alloy titanium wedding band wheels is to ridge wallet titanium minimize the potential of corrosion and sunscreen with zinc oxide and titanium dioxide to micro touch titanium trim maximize its effective titanium rod corrosion.