1.
Mengetahui bagaimana cara merakit tes yang baik.
2.
Mengetahui manfaat pembuatan kisi-kisi tes bahasa
dan sastra Indonesia.
3.
Mengetahui alat ukur/instrument yang baik.
4.
Mengetahui pentingnya menganalisis butir soal
yang telah kita tulis.
5.
Mengetahui pengertian validitas alat ukur/instrumen.
6.
Mengetahui manfaat memvalidasi alat ukur/instrumen.
7.
Mengetahui jenis-jenis validitas dan fungsinya.
8.
Mampu memvalidasi alat ukur/instrumen.
Bentuk Tes.
1.
Jelaskan cara merakit tes yang baik.
2.
Jelaskan mengapa kisi-kisi tes bahasa dan sastra
Indonesia sangat diperlukan dalam evaluasi.
3.
Jelaskan alat ukur/instrumen yang dapat
dikatakan valid.
4.
Jelaskan pentingnya menganalisis butir soal yang
sudah dibuat.
5.
Jelaskan pengertian validitas.
6.
Mengapa diperlukan pengukuran validitas alat
ukur/instrumen ?
7.
Apa yang dimaksud validitas isi?
8.
Apa yang dimaksud waliditas konstruk?
9.
Apa yang dimaksud validitas ukuran?
10.
Apa yang dimaksud validitas sejalan?
11.
Apa yang dimaksud validitas ramalan?
12.
Apa yang dimaksud validitas butir soal?
13.
Lakukanlah uji coba validates dari data-data
berikut ini.
a.
Guru akan mengadakan uji validitas sejalan dari
tes membaca. Untuk menguji validitas tersebut, guru membandingkannya dengan tes
berbicara sebagai pembanding. Hasil kedua tes tersebut adalah sebagai berikut.
|
Membaca
|
60
|
75
|
80
|
65
|
55
|
72
|
|
Berbicara
|
65
|
80
|
85
|
70
|
60
|
75
|
b.
Guru menguji validitas ukuran sebuah tes
menyimak. Ia mengadakan pretes dan postes. Hasil pretes dan postes tersebut
adalah sebagai berikut.
|
Pretes
|
45
|
60
|
75
|
50
|
65
|
50
|
|
Postes
|
60
|
75
|
80
|
60
|
70
|
65
|
c.
Ujilah validitas butir soal dari tes Bahasa
Indonesia berikut ini untuk nomor butir 2 & 4
|
Nama
|
Nomor -nomor butir
|
|||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
|
|
A
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
|
B
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
|
C
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|
D
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
|
E
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
F
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
|
G
|
0
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|
H
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
I
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
|
J
|
0
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
0
|
Nama : Ria sari yastuty
BalasHapusNIM : 090 388 201 258
Kelas : D4
Menjawab soal nomor 1.
Wacana indonesia ini berdasarkan bentuknya dibagi menjadi 5 bentuk:
1.Wacana deskripsi
Merupakan rangkaian karangan yang mendeskripsikan suatu objek sesuai dengan hasil pengamatan,pengalaman,perasaan oleh penulisnya(fakta).
contohnya:
Butik
pagi itu aku sedang duduk disonansi yang empuk dalam butik milikku yang baru saja dibuka.Butik ini adalah impianku sejak aku sekolah Di SMK jurusan busana dulu.Sekarang aku merasa puas dan bangga atas usahakan selama ini,dengan mendirikan butik hasil tabungan ku.
2.Wacana Narasumber
Merupakan bentuk cerita sesuai dengan penempatan urutannya terhadap suatu peristiwa,pada wacana inimengandung sebuah cerita dan bentuk karangan narasumber imajinatif.
Contohnya:
Anak kembar
Di suatu desa yang terpencil, hiduplah sepasang suami istri yang selalu mendamba-dambakan keturunan.
5 tahun menunggu akhirnya doa mereka dijawab, sang istriku hamil.
9 bulan kemudian lahirlah sepasang anak kembar, alangkah bahagia dan bersyukurnya pasangan ini telah diberikan berkah yang tak ternilai tersebut pasangan inipun hidup bahagia di istana kecil mereka.
3.Wacana Eksposisi
Merupakan bentuk karangan yang menjelaskan secara terperinci berkenaan sesuatu dengan tujuan yang memberikan informasi serta mengkaji secara lebih luas tentang pengetahuan pada pembacanya.
Contohnya:
Memelihara ikan
Ikan merupakan salah satu hewan yang bisa dipelihara,ikan sangat beragam,mulai dari warna,jenis dan harga.
hal pertama yang harus disiapkan untuk memelihara ikan adalah akuarium.
Hal kedua harus disiapkan adalah pakai ikan,yang harus ditentukan dengan jenis ikan.
4.Wacana Argumentasi
Merupakan bentuk karangan yang berupa pendapat,penilaian,atau sikap terhadap perihal yang sertai dengan alasan,pernyataan logis dan bukti-bukti.
Contohnya:
Kesuburan tanah
Tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian.
Selama tanaman dalam proses menghasilkan kesuburan tanah ini akan berkurang.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman bagi petani.
5.Wacana Persuasi
Merupakan bentuk karangan yang berperan untuk memengaruhi penerima pesan agar dapat melakukan tindakan berdasarkan dengan yang diharapkan kepada si penyampai pesan.
Contohnya:
Hama Padi
akhir-akhir ini hama Padi meningkat dikarenakan perubahan iklim dan cuaca yang tak menentu,beberapa daerah terancam gagal panen.
Oleh karena itu dinas pertanian Indonesia menghimbau kepada seluruh petani untuk merawat padinya serta memberikan semprotan anti hama Padi setiap dua kali sehari.